Tren7news.com|Asahan: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kunjungan untuk mengamati Kabupaten Asahan sebagai penilaian calon kawasan Anti Korupsi Tahun 2026 yang diadakan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, pada Selasa (10/3/2026).
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin. S. Sos. M. Si. mengungkapkan, "Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan dan Forkopimda serta masyarakat Asahan, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada KPK yang memilih Kabupaten Asahan sebagai salah satu model. Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya pribadi, kabupaten Asahan menjadi subjek penilaian calon kawasan Anti Korupsi Tahun 2026," kata Bupati Asahan.
Diharapkan dengan status sebagai salah satu calon kawasan Anti Korupsi Tahun 2026, dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Asahan.
Taufik menambahkan, pemerintah Kabupaten Asahan sangat serius dalam menciptakan inovasi untuk mencegah korupsi, termasuk dalam sektor pelayanan publik, yang telah mendirikan MALL Pelayanan Publik dan menerapkan sistem pengelolaan pajak secara daring. Pemerintah Kabupaten Asahan sepenuhnya mendukung pengelolaan yang transparan dan akuntabel demi kemajuan wilayah Sumatera.
Perwakilan KPK RI Friesmount Wongso saat acara tersebut menjelaskan bahwa Kabupaten Asahan adalah salah satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang diusulkan sebagai daerah percontohan untuk anti korupsi.
Ia menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk menumbuhkan budaya anti korupsi dan memperbaiki pengelolaan pemerintahan dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.
“Kami akan menilai sejauh mana persiapan Asahan sebagai calon. Ia menyebutkan, ada beberapa indikator yang akan dinilai dalam program ini, seperti Monitoring Center for Prevention (MCP), Survei Penilaian Integritas (SPI), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), kepatuhan terhadap pelayanan publik, kematangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dikatakannya, komitmen dari semua pihak pemerintah daerah dan elemen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi.
Ia menegaskan bahwa untuk hidup tanpa korupsi memang bukanlah hal yang mudah, namun dengan komitmen bersama, hal itu dapat terwujud. KPK akan menjadikan salah satu kabupaten kota sebagai contoh bagi seluruh Indonesia dalam menerapkan nilai-nilai integritas.
Dari pengamatan tim media, acara ini dihadiri oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kapolres Asahan, Kejari Asahan, Dandim 0208 Asahan, Pengadilan Negeri Asahan, Sekda Asahan, OPD, dan para camat se-Kabupaten Asahan.
