-->

Asahan Ikut PKN Tingkat II, Dalami Strategi Kolaborasi Pascabencana di Tapanuli Selatan

tren7news author photo


TREN7NEWS.COM|BALIGE – Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPT) dari Kabupaten Asahan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini mengangkat tema strategis "Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah".


Para peserta dari Asahan, yaitu Kepala BKPSDM Suherman Siregar, Kepala Dinas Sosial Jutawan Sinaga, dan Kepala Dinas Perhubungan Albert Butar-Butar, terlibat aktif dalam rangkaian Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 20–23 Juli 2026. Bersama Kelompok 3 yang dibimbing Dr. Hyronimus Ghodang, mereka mendalami subtema "Kolaborasi Multipihak untuk Daya Saing Daerah" dengan lokus pembelajaran di BAPPEDA Tapsel.


Dalam VKN tersebut, peserta tidak hanya mempelajari respons teknis terhadap bencana hidrometeorologi, tetapi juga menggali bagaimana kolaborasi antar-pemangku kepentingan diorkestrasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Sejumlah praktik baik ditemukan, terutama dalam mengintegrasikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.


Peserta juga mengidentifikasi tantangan krusial seperti integrasi data, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pembiayaan pemulihan. Temuan-temuan ini dirumuskan menjadi lesson learned dan rekomendasi strategis agar pemulihan pascabencana tidak sekadar membangun kembali infrastruktur, tetapi menciptakan daerah yang lebih tangguh dan berdaya saing.


Keikutsertaan pejabat dari Asahan dalam PKN ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kepemimpinan strategis di tingkat daerah. Dengan memperluas perspektif melalui studi banding di Tapsel, para pimpinan OPD Asahan diharapkan dapat mengadaptasi model kolaborasi multipihak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal.


Hal ini sejalan dengan tujuan PKN untuk mencetak pemimpin yang adaptif, mampu mengambil keputusan strategis di tengah kompleksitas kebencanaan, serta memastikan bahwa aktivitas ekonomi, investasi, dan pelayanan publik tetap berjalan stabil pasca-gangguan alam. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang meningkatkan ketangguhan Kabupaten Asahan menghadapi potensi risiko bencana di masa depan. (SL)

Baca Juga
Komentar Anda

Berita Terkini