-->

Diduga Keracunan Setelah Santap MBG, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Sejumlah Rumah Sakit

tren7news author photo


TREN7NEWS.COM I KISARAN — Puluhan siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).


Sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan kemudian dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kisaran, di antaranya RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Rumkit Ban, RS Setio Husodo, dan RS Wira Husada.


Informasi yang dihimpun awak media di lapangan, kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika makanan MBG tiba di MTsN 2 Kisaran dan dibagikan kepada para siswa.


Sekitar pukul 12.00 WIB, sebagian siswa mulai menyantap makanan tersebut. Namun, kurang lebih 30 menit kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh seperti mual, pusing, keringat dingin hingga muntah.


Yang membuat situasi semakin menjadi perhatian, petugas piket sekolah berinisial RS disebut sempat mencium bau yang tidak biasa dari menu ayam rendang. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah.


Pihak sekolah selanjutnya mengimbau para siswa melalui pengeras suara agar tidak mengonsumsi makanan MBG tersebut.


Namun, sebagian siswa disebut telah lebih dahulu menyantap makanan sebelum imbauan tersebut disampaikan. Siswa yang sempat mengonsumsi makanan kemudian mengalami sejumlah keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.


Adapun menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ayam rendang, semangka, tempe sambal, serta acar yang berisi timun, nanas dan wortel.

Belasan Siswa Dirawat dan Jalani Observasi

Hingga informasi ini dihimpun, sekitar 15 siswa menjalani perawatan dan observasi di RSUD HAMS Kisaran, sementara tiga siswa lainnya mendapat perawatan di RS Wira Husada.


Para siswa tersebut mengalami keluhan yang antara lain berupa sakit perut, mual, sakit kepala dan muntah.


Plt. Direktur Utama RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, membenarkan adanya sejumlah siswa MTsN 2 Kisaran yang mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.


“Benar adanya masuk pasien dari siswa/siswi MTsN 2 Kisaran dengan keluhan sakit perut, mual, sakit kepala dan muntah. Ke-15 pasien tersebut masih dalam perawatan dan observasi. Kita tidak tahu apakah diduga keracunan atau tidak, akan kita lakukan pemantauan,” ujar dr. Eka saat diwawancarai awak media.


Pihak rumah sakit masih melakukan observasi terhadap kondisi para siswa dan belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami mereka.

Polisi Turun Tangan, Dugaan Keracunan Masih Diselidiki

Sementara itu, dugaan keracunan makanan tersebut kini juga menjadi perhatian aparat kepolisian.


Kasi Humas Polres Asahan, AKP Herli Damanik, saat dikonfirmasi awak media mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.


“Untuk saat ini puluhan siswa masih dalam perawatan dan observasi di rumah sakit. Untuk pastinya jumlah siswa/siswi yang diduga keracunan MBG belum kita data. Saat ini masih didalami dan dalam penyelidikan. Untuk dapur SPPG-nya masih kita selidiki, dugaan nanti akan kami sampaikan,” ujar AKP Herli Damanik.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut disebabkan oleh makanan MBG.


Polres Asahan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk menelusuri makanan yang dikonsumsi para siswa serta pihak yang bertanggung jawab dalam proses penyediaan dan pendistribusian makanan tersebut.


Masyarakat pun kini menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian untuk mengungkap fakta di balik kejadian yang membuat puluhan siswa MTsN 2 Kisaran harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.


(SL/Red)

Baca Juga
Komentar Anda

Berita Terkini