TREN7NEWS.COM: Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan telah berhasil mengungkap sebuah kasus kriminal yang melibatkan perusakan melalui pembakaran dua alat berat milik seorang warga yang terjadi di Dusun III, Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan,Sabtu (13/09/2025) dini hari.
Kejadian tersebut pada,Senin dini hari 25 Agustus 2025 diawali ketika sekelompok pelaku melemparkan bom molotov ke dua alat berat berupa excavator dengan merk Hitachi 210F dan Sumitomo SH220F-5. Insiden ini mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada kedua alat berat mencapai total kerugian sebesar Rp125 juta.
Tanpa membuang waktu, Kapolres Asahan memberikan instruksi kepada kasat reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi STK SIK MH dan Kanit Jatanras Ipda Ashido SH MH untuk segera melakukan penyelidikan dan pembongkaran kasus itu.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S. H. , S. I. K. , M. H. , menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menangkap lima orang yang diduga terlibat. Mereka memiliki inisial DP (22), WA (22), MEP (33), S (35), dan RA (30).
“Dari kelima pelaku, kami juga menyita beberapa barang bukti seperti senjata api rakitan, airsoft gun yang dimodifikasi yang digunakan saat pembakaran, ponsel, serta berbagai barang yang dipakai saat mereka beraksi,” jelas Kapolres.
Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan dari Unit Jatanras Polres Asahan yang dipimpin oleh AKP Ghulam dan Kanit Jatanras Ipda Ashido, bekerjasama dengan Ditreskrimum Polda Sumut, setelah menjalani serangkaian penyelidikan, analisis CCTV, dan pelacakan kendaraan yang digunakan oleh para pelaku.
Selama pengejaran, pihak kepolisian juga menemukan sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan narkoba yang dijaga oleh salah satu pelaku. Dari lokasi itu, tim berhasil menyita sabu seberat 4,5 gram, 46 paket ganja, alat isap sabu, serta mesin judi ikan-ikan. Barang bukti terkait narkoba tersebut kemudian diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Binjai.
Saat ini, kelima pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumut untuk proses hukum selanjutnya. Pihak kepolisian juga masih mencari seorang pelaku lain berinisial B, yang diduga menjadi koordinator dari tindakan tersebut. (Red)
