TREN7NEWS.COM :Sebuah pencapaian yang sangat mengesankan dan mengharukan muncul dari dunia pendidikan di Indonesia. Seorang anak berbakat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menunjukkan bahwa kekurangan fasilitas dan kondisi keuangan tidak menjadi penghalang untuk tampil di pentas dunia.
Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, yang lebih dikenal dengan panggilan Nono, berhasil mengangkat nama bangsa setelah menjuarai kompetisi matematika tingkat internasional yang prestisius, International Abacus World Competition. Siswa kelas 2 SD Inpres Buraen 2 di Kabupaten Kupang ini mampu mengalahkan 7. 000 peserta dari berbagai belahan dunia dengan keahlian menghitung cepat yang luar biasa.
Perjuangan Nono juga sangat memotivasi. Lahir dari keluarga petani yang sederhana di Desa Retraen, ia harus menempuh jarak 4 kilometer setiap hari untuk pergi ke sekolah. Meskipun hidup dalam keadaan serba terbatas, tekadnya untuk belajar tidak pernah pudar. Dengan bimbingan dan dukungan dari ayahnya, Nono terus mengembangkan kemampuannya hingga mencapai prestasi di tingkat global.
Keberhasilan Nono menjadi bukti bahwa bakat, dedikasi, dan semangat belajar dapat membuat seseorang meraih impian setinggi apapun, tanpa memedulikan latar belakang ekonomi atau tempat tinggal. ((SL)
