![]() |
| KPAD Kabupaten Asahan berkunjung ke sekolah MTsN 2 Kisaran |
TREN7NEWS.COM | ASAHAN – Suasana di lingkungan MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (15/09/2026), tampak lebih hening dari biasanya. Canda, gurauan dan tawa para siswa yang biasanya terdengar saat waktu istirahat, seolah meredup.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari masih adanya sejumlah siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (14/09/2026).
Di tengah situasi tersebut, empat komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan mendatangi MTsN 2 Kisaran. Kedatangan mereka membawa satu misi utama, yakni merajut fakta dan menggali informasi secara langsung terkait peristiwa dugaan keracunan yang dialami para siswa.
Rombongan KPAD Asahan dipimpin Ketua Awaluddin, S.Ag., M.H., didampingi Wakil Ketua Sabar Mulia Panjaitan, S.H., serta dua anggota, Eva Lusiana Munthe, S.K.M., dan Mhd. Siddik, M.Kom.
Kedatangan rombongan KPAD disambut Kepala MTsN 2 Kisaran, Drs. H. Daman Huri. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan kronologi kejadian sekaligus menggambarkan kondisi yang dirasakan pihak madrasah pascainsiden tersebut.
Menurut pihak sekolah, peristiwa itu merupakan musibah yang tentunya tidak pernah diharapkan oleh siapa pun, baik pihak madrasah, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Peristiwa tersebut dianalogikan seperti kecelakaan di jalan raya. Kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) ibarat rambu-rambu lalu lintas yang wajib dipatuhi. Namun, meskipun berbagai ketentuan telah dijalankan, faktor tak terduga tetap dapat terjadi dan menimbulkan persoalan.
Karena itu, kehati-hatian serta evaluasi menyeluruh dinilai menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Bagi KPAD Kabupaten Asahan, persoalan paling utama saat ini adalah memastikan hak anak atas keselamatan dan pemulihan terpenuhi.
KPAD menegaskan bahwa perhatian utama diarahkan pada penanganan medis terhadap seluruh siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka diharapkan mendapatkan pelayanan secara maksimal, tuntas dan tanpa kendala hingga benar-benar dinyatakan sehat.
Sementara itu, terkait aspek teknis maupun operasional dapur penyedia makanan, KPAD Asahan menyerahkannya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Satgas MBG untuk dilakukan pemeriksaan dan investigasi sesuai kewenangan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, operasional SPPG yang berada di lingkungan Polres Asahan untuk sementara waktu telah dihentikan.
Penghentian sementara tersebut dilakukan guna memberikan ruang kepada pihak terkait, khususnya BGN, untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap proses penyediaan dan pendistribusian makanan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan MBG, memenuhi standar keamanan sehingga program pemenuhan gizi bagi anak-anak dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat sebagaimana mestinya.
(SL/Red)
