TREN7NEWS.COM |ASAHAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Asahan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui pembelajaran praktik industri kreatif yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja (kunker) Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan bersama rombongan ke Socfindo Conservation, Bangun Bandar, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (9/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Disnaker Asahan berkesempatan meninjau langsung berbagai kegiatan pengolahan dan hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah. Sejumlah praktik yang dipelajari meliputi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi produk herbal, pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos ramah lingkungan, hingga pembuatan berbagai produk rumah tangga yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Disnaker Asahan untuk menggali pengetahuan dan melihat secara langsung potensi pengembangan keterampilan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
Tidak hanya berfokus pada pelestarian alam, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana peningkatan kapasitas SDM melalui transfer pengetahuan, pengenalan keterampilan praktis, serta penanaman kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Berbagai praktik yang dipelajari diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan di Kabupaten Asahan, khususnya dalam mendorong tumbuhnya kegiatan produktif berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui pengembangan keterampilan pengolahan produk herbal, pupuk kompos, dan produk rumah tangga ramah lingkungan, masyarakat berpeluang menciptakan usaha mandiri sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan industri kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang tepat, potensi lokal tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Disnaker Asahan diharapkan dapat menjadikan hasil kunjungan ini sebagai referensi dalam mendorong peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan masyarakat. Dengan demikian, pengembangan SDM dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi daerah dan pelestarian lingkungan.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan diharapkan semakin memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat, memperluas peluang usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (SL)
